Kemurnian Al-Qur’an Terjaga Selamanya

Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam. Umat Muslim percaya bahwa Quran adalah kata firman Tuhan yang diturunkan kepada utusan terakhir yakni Nabi Muhammad SAW, untuk membawa umat manusia keluar dari kegelapan dan kebodohan dan masuk ke dalam cahaya Islam. Alquran menjadi kitab panduan bagi seluruh umat manusia yang berisi tanda-tanda kebesaran Tuhan, mukjizat, perumpamaan, dan pelajaran. Alquran juga menyuruh kita untuk percaya pada Tuhan, Malaikat-Nya, Kitab-Nya, Utusan-Nya, hari kiamat, dan pada takdir baik dan buruk.

Alquran adalah kitab suci yang terbesar. Melaluinya, Tuhan berbicara kepada umat manusia. Dia menunjukkan ampunan-Nya, kasih-Nya, keadilan-Nya, dan kebijaksanaan-Nya. Lalu bagaimana kita bisa yakin bahwa firman Tuhan tidak berubah atau hilang? Bagaimana kita bisa yakin bahwa Quran yang kita pegang saat ini adalah asli?

Umat ​​Muslim tidak ragu bahwa Quran sama persis saat ini dengan lebih dari 1400 tahun yang lalu ketika pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad. Cara paling penting untuk memastikan bahwa Quran itu otentik adalah fakta bahwa ketika Tuhan menurunkan Quran, Dia berjanji untuk melestarikannya.

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS Al-Hijr ayat 9)

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.’” (QS Al-Isra’ ayat 88)

Pada masa Nabi Muhammad,  meskipun sebagian besar penduduk Jazirah Arab buta huruf, mereka adalah ahli berbicara. Kemampuan mereka dalam puisi dan syair dianggap luar biasa oleh penduduk negeri lain. Bahkan salah satu profesi pada saat itu adalah menjadi penyari. Ketika Nabi Muhammad membacakan Al-Qur’an, orang-orang Arab sangat tersentuh oleh nada dan keindahan yang luar biasa melebihi puisi atau syair apapun.

Al-Qur’an juga dihafal oleh Nabi dan para sahabat. Mereka menghafal kata-kata Al-Qur’an dan memperhatikan setiap detail kata. Selain hafalan ini, ada juga catatan tertulis. Mereka menulis di atas batu datar, kulit kayu, tulang, dan bahkan kulit binatang.

Nabi Muhammad sendiri mengawasi penghafalan dan penulisan Al-Qur’an. Pelestarian Al-Qur’an juga menjadi prioritas utama bagi empat sahabat Nabi sesudah beliau wafat. Melalui usaha mereka yang luar biasa dan atas izin Tuhan, Al-Qur’an dapat ditulis dalam bentuk buku. Generasi demi generasi, satu demi satu, berusaha keras untuk mempertahankan kata-kata Al-Qur’an persis seperti yang diturunkan.

Proses ini berlangsung secara berkesinambungan dan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Yang menjadi fakta adalah begitu banyak orang di setiap generasi yang ikut ambil bagian pelestarian Al-Qur’an ini sehingga keasliannya tidak diragukan lagi.

Salah satu kualitas Al-Qur’an yang paling luar biasa dan alasan lain untuk meyakini keasliannya adalah adanya konsistensi antara Alquran dengan banyak penemuan sains modern. Al-Qur’an bahkan mendahului penemuan sains yang baru ditemukan dalam 50 tahun terakhir atau kurang.

Al-Qur’an yang digunakan oleh lebih dari 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia saat ini dikenal sebagai Al-Qur’an Usmani. Al-Qur’an ini disusun secara lengkap menjadi sebuah kitab pada saat pemerintahan khalifah ketiga, Usman bin Affan, dan salinannya dibagikan ke seluruh wilayah Islam pada saat itu. Saat ini diyakini bahwa dua dari salinan asli ini masih ada di Turki dan Uzbekistan.

Kata-kata Alquran tetap tidak berubah. Selama berabad-abad, Muslim dan non Muslim sama-sama telah memeriksa salinan Al-Qur’an yang berusia lebih dari 1000 tahun dan menemukan bahwa semuanya sama. Penjagaan Al-Qur’an dari kesalahan dan pemalsuan merupakan salah satu kisah sejarah Islam yang patut dibanggakan. Muslim di seluruh dunia menjadi saksi bahwa Al-Qur’an adalah firman Tuhan yang masih asli sama persis dengan ketika pertama kali diturunkan 14 abad silam.

Lifestyle
Tags: